Kapanpun Bisa Isi Pulsa di Traveloka

Kawasan Blok M malam ini tampak begitu ramai, apalagi diakhir pekan dan awal bulan. Banyak warga Jakarta, menghabiskan akhir pekannya di tempat ini. Bukan hanya sebagai pusat belanja dan nonton film terbaru, pelataran Blok M Square pun menawarkan pusat kuliner dimalam hari. Ada banyak pilihan makanan yang tersaji disana, mulai dari cemilan ringan seperti risoles sampai makanan berat seperti nasi ayam dan gudeg. Harga yang terjangkau membuat pusat kuliner dadakan ini, ramai diserbu para pengunjung yang ingin memanjakan lidahnya selepas puas berkeliling dari satu lantai ke lantai lainnya, tidak terkecuali aku.

 

Jam baru menunjukkan pukul 19.15 malam, saat aku berada di pusat kuliner Blok M Square. Beberapa gerobak dorong dan meja yang menyajikan makanan sudah tertata sepanjang jalan. Tampak pula meja dikelilingi dengan kursi sekitar 4 sampai 6 buah berbaris rapi di pelataran. Aku memutuskan untuk melihat-lihat terlebih dahulu, dari satu penjual makanan ke penjual makanan lainnya, hingga langkahku terhenti didepan penjual risoles dengan tiga varian rasa.

“Bang, satu nya berapa” tanyaku pada penjual risoles.

“Empat ribu bang, tinggal pilih rasa yang mana. Ada tiga isian, sosis pedas, telur mayones dan ayam mayones. Harganya sama semua” jawab penjual risoles penuh semangat menawarkan dagangannya.

“Oke bang, dua ya. Telur dan sosis pedas” dengan menyerahkan uang delapan ribu rupiah. Selang beberapa detik, risoles pun pindah ke tanganku.

Langkah kaki, aku lanjutkan menuju pedagang lainnya mencari menu makan malam yang sesuai selera. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menikmati mie ayam bakso yang terletak tidak jauh dari pedagang risoles. Aku pun memesan, semangkuk mie ayam bakso dan segelas es teh. Sambil menunggu pesanan, risoles pun aku nikmati sebagai menu pembuka. Tidak butuh lama, semangkuk mie ayam bakso dan es teh pun menuju meja tempat aku duduk, berbaur dengan lima orang lainnya.

 

Puas dengan makan malam, aku membuka handphone dan layar display menunjukkan pukul 20.40, sudah waktunya untuk pulang. Aku segera membayar dua puluh ribu untuk pesanan mie ayam bakso dan es teh. Aku bergegas pergi, dan memutuskan untuk singgah disalah satu minimarket untuk membeli sebotol air mineral sebelum menuju terminal bis yang berada disamping Mall blok M.

 

“Bang, ada jual pulsa” celetuk seorang ibu dibelakangku ketika air mineral aku bayar dikasir.

“Pulsanya lagi tidak ada Ibu, ada masalah jaringan” jawab kasir itu.

 

Aku pun melangkah keluar dari minimarket tersebut beriringan dengan ibu yang mencari pulsa tadi. Sepintas terdengar dari suara ibu itu bahwa dia butuh pulsa tersebut segera untuk urusan penting. Mendengar hal tersebut, aku pun menawarkan diri untuk menjual pulsa ke Ibu tadi.

Tampilan Aplikasi Traveloka di Handphone

Tampilan Aplikasi Traveloka di Handphone

“Ibu mau beli pulsa, aku bisa bantu isikan pulsanya jika ibu berkenan” ucapku memulai percakapan.

 

“Masnya memang penjual pulsa” tanya ibu itu penuh harap.

 

“Aku bukan penjual pulsa bu, tapi aku bisa bantu untuk membelikannya, kebetulan aku biasanya isi pulsa di Traveloka” sambil menunjukkan aplikasi Traveloka yang ada dihandphone.

 

“Harganya berapa mas” tanya ibu itu lagi.

“Harganya sama kok bu sesuai dengan jumlah pulsa yang ibu inginkan, bahkan bisa lebih murah” jelasku ke Ibu nya.

“Ok mas, tolong diisikan ya mas” ucap ibunya lagi.

 

Aku pun mulai membuka aplikasi Traveloka, memilih bagian “Pulsa & paket internet” yang muncul diaplikasi dan mengetik nomor telepon tujuan. Setelah semua proses selesai dan melakukan pembayaran menggunakan kartu yang sudah tersimpan diaplikasi akhirnya pulsa pun sudah masuk ke nomor ibu nya.

Screenshot_20171105-075038

Banyak pilihan provider Telekomunikasi yang sudah di support

“Ini mas, uangnya. Terimakasih mas. Untung ada mas yang bisa bantukan isi pulsa, ini pulsanya sudah masuk” dengan mimik yang sungguh-sungguh ibu tersebut menyampaikan ke aku sebelum pamit meninggalkanku selang beberapa menit kemudian. Aku pun tidak perlu khawatir, karena beli pulsa di Traveloka, pasti pulsanya akan terisi ke nomor handphone tujuan.

 

Aku pun bersyukur, kali ini bisa membantu ibunya yang lagi membutuhkan pulsa untuk urusan penting beliau. Memang Traveloka, selalu bisa diandalkan meskipun dikondisi yang tidak terduga sekalipun, beli pulsa dimanapun dan kapanpun, pasti bisa dengan Traveloka.

 

 

 

Advertisements

Al Quran Terbesar Itu Ternyata Berada di Museum Al Akbar

“Bang, naik angkot pink itu yo. Arah Gandus itu” ungkap supir angkot yang kutumpangi dari Ampera menuju pasar Tangga Buntung.

Menuju museum Al Qur’an Al Akbar, bisa dicapai menggunakan angkutan umum. Cukup dua kali naik, dengan rute Ampera-Tg. Buntung dan Tg. Buntung-Gandus.

Lantunan ayat suci Al Qur’an seketika terdengar mulai dari tempat pembelian tiket. Hanya dengan mengeluarkan infak Rp 5000, maka tiket tanda masuk ke kawasan Al Qur’an Akbar pun berhasil dimiliki.

Diatas kayu berukuran 177 × 140 cm, semua surah dalam Al Qur’an terukirkan, lembar demi lembar. IMG_0121

 

Hasil karya seni anak bangsa bernama Sofwatillah Mohzaib ini dibuat selama kurang lebih 7 tahun sebelum akhirnya dipajang seperti apa yang terlihat saat ini. Museum berlantai 5 ini memiliki koleksi Al Qur’an terbesar di Indonesia bahkan pertama di dunia yang dipahat diatas kayu Tembesu. Berjumlah 630 halaman, setiap lembaran pahatan pun sudah dilengkapi dengan tajwid.
IMG_0174
Diresmikan pada tanggal 30 Januari 2012, Al Qur’an Al Akbar ini sudah menjadi daya tarik tersendiri pelengkap wisata religi di Palembang selain Masjid Agung Palembang. Jadi, selalu ada alasan untuk mengunjungi Palembang, salah satunya karena Al Qur’an Al Akbar.

Megahnya pesona Helix Bridge dan Marina Bay Sand di Malam Hari

“Welcome to Changi Airport”

Yah, tidak dapat dipungkiri, Changi Airport merupakan salah satu bandara Internasional terindah yang ada didunia, dengan segala fasilitasnya. Tetapi kali ini, bukan waktunya untuk menikmati Bandara indah ini, karena waktu landing dimalam hari serta mengejar MRT yang akan membawa perjalanan ini ke Marina Bay Sand.

 

Dengan tiket MRT yang dibeli di Terminal 2 sehrga SGD12, maka perjalananpun dimulai. Sekitar 30 menit terlewati, akhirnya sampai juga di stasiun terdekat dengan Helix Bridge. Helix bridge merupakan salah satu spot areal yang bagus untuk diabadikan dalam kamera. Apalagi ditambah dengan paduan marina bay sand sebagai background’nya. Wow…Really spectaculer.

IMG_7276

Sekitar jam 11 malam waktu Singapore, hunting foto dilakukan. Agak sedikit heran dengan kehidupan orang Singapore, jam seginipun masih ada beberapa warga yang melakukan jogging disepanjang areal yang dilewati. Jika di Indonesia, Jogging biasanya dilakukan pagi atau sore hari, disini menemukan Jogging di tengah malam (salah satu pertanyaan yang belum terjawab, kenapa ditengah malam?).

Sesampainya di Helix Bridge, pemandangan yang tak lazim ditemukan di Indonesia, kemegahan Helix Bridge dan Marina Bay Sand yang dipadukan dengan lampu sorot yang muncul setiap beberapa menit sekali. Paduan yang tepat antara teknologi dan modern building. Ini lah kenapa Singapore sangat elegan dalam menata kota meskipun dikawasan yang cukup kecil (Bila dibandingkan Indonesia).

Hening malam itu, dengan aktivitas warga yang cukup sepi, menambah indahnya “city landscape” yang terpampang nyata. Beberapa saat menikmati keunikan Helix Bridge, berjalan disepanjang jembatan, lampu-lampu yang tersusun sedemikian rupa, dengan 2 warna utama, biru dan orange serta beberapa area stop disepanjang jembatan, sepertinya Jembatan ini didesain sebagai areal santai.

Puas dengan mengililingi Helix bridge, saatnya untuk mengabadikan “City Landscape” ini kedalam lensa kamera. Dari berbagi angle, keindahan ini pun terabadikan. Tidak salah, jika memasukkan “Helix Bridge dan Marina Bay Sand” sebagai salah satu aktivitas “night shoot” di Singapore.

“Kawah Putih, CIwidey-Jawa Barat”

Liburan panjang di Februari, membuat saya harus memikirkan bagaimana cara mengisi kekosongan jadwal kali ini. Setelah browsing akhirnya terlintas tujuan pertama kali. Destinasi yang dekat dengan Jakarta, tapi cukup untuk membuat hati takjub dan kembali menikmati keindahan panorama alam..Yah, Kawah Putih…

Image

Berbekal jaket tebal yang dibeli di CiWalk, maka tercapailah harapan untuk berkunjung ke kawah putih. Hamparan danau belerang yang berwarna hijau muda, pohon-pohon tanpa daun yang selintas kelihatan mati menambah exoticnya kawah ini…

Tapi perlu diingat, karena kawah ini memproduksi gas belerang, maka persiapkan masker agar tidak mengganggu pernapasan…

Image

Begitupun dengan perubahan cuaca yang tiba-tiba mendung, cerah dan hujan. Agak sulit memprediksi memang, tetapi bukan suatu hambatan untuk menikmati kawah ini..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.